Langsung ke konten utama

HUJAN


Nama saya Febri, saya berasal dari Blitar. Cerita ini berawal dari masuknya saya ke Politeknik Elektronika Negeri Surabaya sehingga saya mau tidak mau juga harus hijrah ke kota Surabaya. Awal mula di Surabaya saya merasa kota ini sangat panas, ya maklum dibandingkan kota saya yang masih adem ayem tentrem hehe ^ ^
Kebetulan waktu itu bulan September, dimana biasanya bulan September sudah masuk musim penghujan. Namun anehnya, mengapa di Surabaya kok tiap hari panas menyengat, tiada tanda-tanda hujan.
Bulan September berlalu bergantilah bulan Oktober. Teman-teman dari kota saya banyak yang mengatakan bahwa di kota saya sudah sering hujan. Dan saya sekali lagi heran, kok Surabaya tetap cerah ceria.
Singkat cerita bulan November menghampiri. Pada suatu pagi, teman saya yang kosnya di daerah Keputih mengatakan bahwa telah hujan. Dia bukan satu-satunya orang, karena teman saya lainnya yang kosnya di daerah Gebang juga mengatakan hal yang sama. Tapi anehnya di daerah kos saya yaitu TMB kok kering sekali, bahkan setetes airpun tak jatuh. Aneh kurasa.
Suatu sore, mendung menghampiri daerah PENS dan sekitarnya. Semua teman-teman di kelas heboh ingin segera pulang karena takut kehujanan di jalan. Mendung itu sangat menakutkan karena dibarengi dengan petir yang menyambar menggelegar. Namun apa yang terjadi? Yak, setengah jam kemudian mendung dan petir berganti dengan sinar matahari sore yang redup. Hufh, benar-benar pemberi harapan palsu.
Waktu itu kalau tidak salah tanggal 15 November 2014, saya dan teman satu kamar saya Biyan tidak pulang kampong. Malam minggu kami lewati dengan cekikikan di kos. Sampai sekitar pukul 22.00 Biyan memutuskan untuk tidur. Namun saya tidak bisa tidur entah kenapa waktu itu. Sekitar pukul setengah 11 malam, saya mendengar suara seperti gemericik air. Saya lihat jendela, wah ternyata hujan. Cepat-cepat saya bangunkan teman saya, karena ini hujan pertama yang kami rasakan di Surabaya yang panas ini sehingga amat saying jika melewatkan momen ini. Rasanya sangat bersyukur masih bisa menikmati dinginnya hujan. Beberapa menit setelah hujan mengguyur tiba-tiba pemadaman listrik. Saya kaget sekali karena ini juga pemadaman listrik yang pertama kalinya bersamaan dengan turunnya hujan. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur karena tidak ada hal lain yang bisa kami lakukan. Inilah ceritaku tentang hujan pertama kali di Surabaya. Ma’achi ^ ^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prak 7 – Remake “One Little Finger” by Super Simple Song (Part 4)
Prak 7 – Remake “One Little Finger” by Super Simple Song (Part 3)
Prak 7 – Remake “One Little Finger” by Super Simple Song (Part 1)