Biar kuceritakan sedikit tentang kehidupanku. Aku baru lulus dari tingkat kuliah September 2017 lalu. Aku sebenernya udah kerja di salah satu lembaga, tapi memutuskan untuk resign dini pada bulan Mei lalu. Sekarang kegiatanku freelance di rumah.
Rumahku ada di kota Blitar. Sebuah kota kecil yang pasti kamu akan seneng kalo kesini. Disini tidak begitu ramai dan masih banyak pemandangan menyejukkan yang ga akan kalian dapat di kota besar. Masih banyak pepohonan dan sungai yang airnya mengalir jernih. Dan juga kalo beli makan sangatlah murah. Kalian pasti masih bisa menemui nasi pecel harga 3ribu sebungkus.
Aku berasal dari sebuah desa yang jauh dari pusat kota Blitar. Desaku tak terlalu plosok, hanya saja jauh dari pusat kota. Jika kalian pergi dari Blitar ke Malang, kalian pasti bertemu desa bernama Brongkos. Dulu, sebelum tinggal di desa ini aku pernah tinggal di desa Selopuro sampai kelas 2 SD. Tapi karna satu lain hal jadi pindah kesini, karna disini ada rumah nenekku.
Setelah lulus dari SD, aku melanjutkan SMP yang letaknya tak jauh dari rumahku. Kebetulan SMP itu juga termasuk sekolah terbaik di kabupatenku. Selanjutnya aku sekolah di SMK 1 Blitar, dimana sangatlah jauh dari rumahku. Ketika menjalani SMK ini, aku banyak tinggal dengan budheku, di desa sebelah. Dan disitulah aku mulai tak pernah bergaul dengan teman-teman dari desaku.
Ketika lulus SMK, aku kuliah di Surabaya selama 3 tahun. Dan setelah lulus bekerja seperti yang kuceritakan sebelumnya. Kini aktivitasku hanya banyak di rumah. Keluar rumah hanya untuk urusan tertentu, seperti belanja atau sekedar mengantar nenek ke pasar. Aku ngrasa banget sekarang gak punya temen dari lingkungan rumahku.
Selama 6 tahun lebih jauh dari desa ini, rasanya banyak banget yang udah berubah. Jalan-jalan yang dulunya masih tanah udah banyak yang beraspal. Tanah-tanah kosong yang dulunya pepohonan sekarang udah berubah jadi rumah. Bangunan-bangunan yang dulu sering kusinggahi, seperti masjid atau toko tertentu juga sudah banyak berubah. Intinya desaku udah ga sama kaya pas aku kecil dulu.
Perubahan yang sangat kurasakan lainnya adalah aku tak menemukan teman seusiaku. Kebanyakan dari mereka merantau ke kota-kota besar. Kemungkinan mereka bekerja atau masih kuliah karna mengambil tingkat S1. Berbeda denganku D3 yang hanya menempuh pendidikan 3 tahun saja. Atau ada juga yang sudah menikah dan punya rumah bukan di desaku lagi.
Bulan lalu saat Ramadhan, setiap pergi ke masjid untuk shalat taraweh jamaah kebanyakan adalah orang-orang dewasa dan lansia. Atau kalangan anak-anak yang diharuskan minta tanda tangan imam setelah jamaah bubar. Jadilah aku ngerasa "geng" ku udah punah, gatau kemana.
Setelah bulan Ramadhan berlalu, aku mulai diajak nenekku pergi setiap khataman sepekan sekali bersama teman-temannya. Aku jadi yang paling muda disana. Jamaah ada sekitar 20 orang yang semuanya udah bersuami dan punya anak, kecuali aku. Selain anak termuda di "geng" ku aku juga jadi satu-satunya jomblo hehe ^.^. Aku menikmatinya.
Di daerahku kajian-kajian seperti di Surabaya sangat jarang, paling pun ada sebulan sekali Kajian Muslimah jamaah dari beberapa dusun. Jadilah aku ngrasa sangat kurang banget "temen sholehahnya". Alhamdulillah masih punya geng yang mengajak mengingat Allah. Walau disana isinya bukan seumuranku, kalo ngobrol pun aku juga ga nyambung. Tapi daripada ga punya temen sholihah kan :D.
Oke gitu aja, ini cuma curhatan receh. Semoga aku dan teman-teman sholehaku bisa istiqomah. Kamu juga! Semoga Allah senantiasa mengirimkan teman-teman sholeh yang mengajak untuk mendekat pada-Nya.

Komentar
Posting Komentar